Ini Dia! 9 Jenis Upacara Adat Lampung Yang Menarik

Masyarakat di daerah Lampung memiliki adat istiada yang sudah turuntemurun dilakukan. Termasuk juga soal upacara adat Lampung, yang diwariskan oleh para leluhurnya. Nah, berikut ini terdapat pembahasan menarik mengenai tradisi adat ini, sehingga sangat patut untuk Anda baca.

Upacara Adat Lampung dan Penjelasannya

1. Tradisi Belangiran

Tradisi Belangiran, atau dalam Bahasa Lampung diistilahkan Belangikhan, merupakan tradisi mandi bersama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Adat Belangiran telah dilakukan oleh masyarakat Lampung secara turun-temurun. Kegiatan ini sendiri, dilakukan sebagai bentuk pembersihan dan mensucikan diri.

2. Tradisi Adat Manjau Pedom

Setelah seorang pria melakukan ijab kabul dalam prosesi pernikahan, maka keluarga pihak laki-laki akan bertamu dan menginap di rumah pihak perempuan. Prosesi ini dinamakan Tradisi Manjau Pedom, di mana tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturahim kedua keluarga.

3. Upacara Nayuh/Tayuhan

Upacara yang satu ini, merupakan tradisi adat yang diadakan dalam skala besar, seperti pernikahan, khitanan, panen raya, ketika mendirikan rumah, ataupun Nettah Aqod. Sebelum tradisi ini dilakukan, maka akan diadakan Himpun telebih dahulu, yakni rapat adat keluarga untuk membahas Tyuhan.

4. Upacara Ngebabali

Tradisi Ngebabali diadakan saat akan membuka ladang atau huma baru, baik dibersihkan untuk mambangun rumah atau kediaman, untuk dijadikan lahan pertanian, maupun dibuka untuk membersihkan lokasi angker. Intinya, tujuan dari tradisi ini adalah supaya lahan yang akan dibuka bisa memberikan hal-hal yang baik.

5. Upacara Ngambabekha

Untuk tradisi Ngambabekha, dilakukan saat mau membuka hutan atau Ngusi Pulan, untuk dibuat sebagai lahan pekampungan ataupun perkebunan. Masyarakat setempat meyakini, setiap hutan rimba punya penunggu masing-masing. Sehingga, apabila lahan tersebut mau dimanfatkan, mesti berdamai dulu dengan penunggu tersebut.

6. Tradisi Ngumbay Lawok

Umumnya, kebiasaan Ngumbay Lawok ini dilakukan oleh mereka yang tinggal di pesisir. Tradisi Ngumbay Lawok ditandai dengan mengorbankan kepala kerbau.

Upacara ini dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil laut yang diperoleh. Selain itu, lewat acara ini juga diharapkan supaya setiap nelayan diberi keselamatan saat melaut.

7. Upacara Balimau

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyrakat Lampung juga punya tradisi mandi bersama yang dinamakan Tradisi Balimau. Saat acara ini dilangsungkan, digunakan bermacam aroma wangi-wangian bercampur perasan Limau.

Dengan melaksanakan Upacara Balimau, dianggap setiap orang yang mengikutinya sudah membersihkan diri. Sehingga lebih bersih dalam menjalani puasa wajid di bulan Ramadhan.

8. Upacara Gawi

Tradisi Gawi merupakan upacara termegah di Lampung, oleh karena itu golongan strata soal atas saja yang bisa melakukannya. Di antaranya yang kerap mengadakan Upacara Gawi adalah para pejabat dan pengusaha.

Rangkaian acara ini dilakukan selama 10 hari berturut-turut. Setiap tokoh dan tamu yang datang, bisa membawa beragam persembahan, dari sapi, kerbau, telur, ataupun uang. Karena prosesinya yang panjang inilah, tidak sembarang orang yang bisa melakukannya.

9. Tradisi Djujor (Nyakak/Matudau)

Setiap Mekhanai atau bujang yang ingin memperistri seorang gadis atau Muli, meski melakukan persembahan khusus dalam Tradisi Djujor. Untuk menebus gadis tersebut, seorang pemuda dan keluarganya mesti menyerahkan uang adat, atau yang disebut Bandi Lunik.

Nah, besaran Bandi Lunik ini diserahkan kepada keluarga gadis, berapa banyak dan berapa besar uangnya. Kemudian, uang ini akan dibayarkan kepada ahli atau wali dari gadis tersebut.

***

Demikian tadi, ulasan mengenai upacara adat Lampung. Berikutnya, kamu bisa menyimak artikel tentang Tari Merak atau tema budaya lainnya, dalam situs Selasar.com.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.