Saham Gorengan

Akhir akhir ini saham gorengan diperbincangkan, khususnya di beberapa channel meda sosial dan group group saham.

Beberapa influencer pun ada yang ‘mempromosikan’ saham gorengan di channel Instagram sampai Youtube.

Sebenarnya apa sih saham gorengan? Saham gorengan adalah saham yang mudah dibuat naik atau turun harganya (manipulasi). 

Sebelum membahas saham gorengan, akan kami bahas terlebih dahulu bagaimana harga saham di pasar saham bisa terbentuk.

Sama seperti jual beli pada umumnya, harga terbentuk dari kesepakatan harga antara penjual dengan pembeli. Jika kekuatan pembeli lebih kuat dari penjual maka harga akan terkerek naik, secara sederhana seperti ini.

Jika kumpulan para pembeli ini sangat menginginkan barang A, sedangkan orang orang yang memiliki barang A sebagian besar tidak mau menjualnya diharga murah, nah jika para pembeli masih sangat menginginkan barang A maka para pembeli harus membelinya diharga lebih tinggi.

Dan sebaliknya jika penjual lebih kuat daripada pembeli, harga akan turun.

Kembali ke saham gorengan, saham gorengan adalah saham yang proses jual beli mudah dimanipulasi atau harga yang terbentuk adalah hasil manipulasi harga. Menurut situs finansial vinansio, berikut ciri ciri saham gorengan.

1. Market Cap Kecil

Market cap adalah harga perlembar saham x jumlah lembar saham. 

Sebagai contoh, total lembar saham A yang beredar adalah 1 milyar lembar dan harga per lembar sahamnya 50 rupiah. Maka market cap saham A adalah 1.000.000.000 x 50 = 50.000.000.000.

Market cap kecil cenderung lebih mudah digoreng karena tidak membutuhkan uang besar untuk memanipulasi harganya. 

2. Saham Tidak Liquid

Apa itu liquiditas pasar saham? Liquiditas adalah jumlah transaksi, semakin sering dan banyak suatu saham di transaksikan maka saham tersebut semakin liquid. 

Ciri saham liquid bisa dilihat dari volume dan frequency transaksi harian suatu saham yang besar. 

Di IHSG terdapat index LQ45 atau kumpulan saham saham paling liquid di IHSG yang isinya terdapat 45 emiten. Namun, saham yang tidak masuk LQ45 tidak berarti saham tidak liquid.

Saham gorengan biasanya mudah dikenali dengan cara membuka chart dan lihat volume dan pergerakan harga. Saham tidak liquid akan terlihat volume kecil.

3. Fundamental Perusahaan Buruk

Saham gorengan biasanya memiliki fundamental perusahaan yang buruk dan bahkan minus. 

Apakah Bagus Trading di Saham Gorengan?

Bagus atau tidak tentunya subyektif yah, dan tergantung dari sudut pandang masing masing. 

Yang terpenting sebelum masuk ke emiten saham gorengan kita sudah benar benar sadar akan resikonya, nah jika sudah benar benar sadar resikonya silahkan dipertimbangkan dengan matang.

Resiko saham gorengan sangat tinggi, diantaranya seperti.

1. Harus Siap Kehilangan Modal

Fluktuasi harga sahak gorengan sangat cepat, bahkan sering tiba tiba turun lebih dari 10% hanya dalam sehari bahkan hitungan jam. 

2. Harus Siap Kena ARB

Apa itu arb? Arb adalah singkatan dari auto reject bawah yang artinya batas penurunan harga suatu saham dalam sehari 

Di bursa efek terdapat aturan ambang batas penurunan saham. Contoh Anda memiliki saham ERAA, kemudian harga penutupan saham eraa hari sebelumnya adalah 600 rupiah per lembar, maka Anda tidak dapat menjual saham ERAA dengan penurunan lebih 7% dari harga penutupan hari sebelumnya. 

Saham saham gorengan sangat biasa terkena arb, bahkan antrian jual di harga batas arb bisa sangat tebal dan antrian beli tidak ada, yang artinya harus siap siap nyangkut dan siap siap nyangkut saham Anda tidak terjual.

Lebih buruk lagi jika arb tidak hanya terjadi dalam sehari perdagangan, tetapi berhari hari bahkan sampai terparkir diharga terendah suatu saham, yaitu 50 rupiah.

Sekian pembahasan tentang resiko saham gorengan, semoga kita semakin bijak dalam berinvestasi. 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.