Penyakit pada Kucing

Sebagai seorang pencinta kucing, Anda tentu ingin agar hewan kesayangan selalu sehat sehingga merawatnya dengan penuh kasih sayang.

Penyakit pada kucing bukanlah hal sepele yang bisa dianggap remeh sehingga Anda perlu rutin membawanya ke dokter hewan untuk memeriksakan kesehatannya.

Agar tidak terlambat ditangani, Anda perlu tahu ciri-ciri kucing yang sedang terjangkit penyakit, jenis penyakit pada kucing, dan cara mengobatinya dengan membaca ulasan berikut ini.

Ciri-Ciri Kucing Sedang Tidak Sehat

Ciri-Ciri Kucing Sedang Tidak Sehat

Jika Anda tidak awas terhadap kesehatan kucing, bisa jadi mereka akan jatuh sakit. Tak jarang, penyakit yang terlambat ditangani bisa mengakibatkan kematian hewan lucu tersebut.

Lalu, bagaimana cara mengetahui kucing piaraan Anda sedang dalam keadaan baik atau tidak? Berikut sekilas tentang ciri-ciri kucing sedang tidak sehat.

1. Bulu Tampak Kusut

Kucing yang sehat memiliki bulu dengan warna yang jelas, rapi, berkilau, lembut, dan tidak kusut. Bulu yang kusut mengindikasikan adanya penyakit pada kucing kesayangan Anda.

Segera periksakan kucing Anda ke dokter karena bisa jadi, kucing tersebut terkena jamur kulit dan kutu.

2. Terlihat Murung dan Tidak Bersemangat

Kucing merupakan hewan yang sangat aktif. Jika terlihat lesu, pucat, dan tidak bersemangat, mungkin hal itu merupakan pertanda bahwa kucing sedang dalam keadaan tidak sehat.

3. Hidung dan Mata Berair

Jika hidung dan mata kucing tampak berair, bisa jadi kucing sedang mengalami demam atau flu, mata belekan yang disebabkan jamur, atau memiliki masalah dengan saluran pernapasan.

4. Feses Lembek

Masalah pada sistem pencernaan biasanya ditandai dengan feses kucing yang lembek, bahkan berair. Keterlambatan dalam memberikan pertolongan bisa berakibat buruk pada kucing.

5. Minum secara Berlebihan

Ciri lain dari kucing yang sedang sakit adalah minum secara berlebihan. Selain itu, daging di bagian dalam mulut dan matanya terlihat pucat.

Hal ini terjadi karena kucing mengalami dehidrasi. Ciri ini menunjukkan bahwa kucing sedang menderita penyakit berat, seperti ginjal dan diabetes.

6. Kehilangan Nafsu Makan

Sudah bukan hal baru bahwa jika kucing kehilangan nafsu makan secara drastis selama berhari-hari merupakan tanda kucing sedang mengalami masalah dengan kesehatannya.

Penyakit pada kucing yang menyebabkan kucing tak mau makan membuatnya terlihat lemas dan pucat. Jika ini terjadi, segera konsultasikan kepada ahlinya.

Penyakit pada Anak Kucing

Penyakit pada Anak Kucing

Sistem kekebalan tubuh pada anak kucing belum sekuat kucing dewasa sehingga anak kucing sering terkena berbagai penyakit.

Seperti yang dijelaskan meong.info dan beberapa situs kucing lainnya, penyakit pada anak kucing sangat perlu diwaspadai karena biasanya datang secara tiba-tiba, seperti beberapa penyakit berikut ini.

1. Penyakit Kulit

Salah satu penyakit pada kucing yang cukup sering dialami anak kucing adalah infeksi kulit. Penyakit ini dapat diketahui dengan memeriksa langsung tubuh anak kucing.

Jika si kucing terlihat menggaruk-garuk badannya secara terus-menerus dan terlihat gelisah, bisa jadi ia sedang terkena penyakit kulit.

Infeksi ini sering terjadi di bagian wajah, telinga, hingga punggung dan salah satu penyebab yang paling sering adalah infeksi jamur.

2. Diare

Penyakit diare sering sekali terjadi pada anak kucing. Selain virus, penyakit ini bisa jadi disebabkan karena kesalahan dalam pemberian makan.

Sebagai langkah pencegahan supaya anak kucing tidak mudah mengalami diare, Anda bisa mengatur makanan yang diberikan dan rajin membersihkan kandangnya.

3. Kutu Kucing

Merupakan hama yang sangat sering ditemukan pada tubuh anak kucing, kutu bisa membuat kucing mengalami anemia dan berbagai infeksi lain.

Penyakit Berbahaya pada Kucing Dewasa

Penyakit Berbahaya pada Kucing Dewasa

Meskipun daya tahannya sudah jauh lebih baik daripada anak kucing, bukan berarti kucing dewasa terbebas dari bahaya penyakit.

Beberapa di antaranya bahkan merupakan penyakit kucing yang mematikan, terutama yang disebabkan oleh inveksi bakteri dan virus.

Berikut beberapa daftar penyakit pada kucing dewasa yang sering dijumpai dan berakibat pada kematian.

1. Rabies

Kucing yang terinfeksi virus rabies bisa mengalami demam, pupil melebar, tidak nafsu makan, dan lebih agresif.
Pada kondisi parah, kucing bisa mengalami kelumpuhan dan gagal napas sehingga bisa menyebabkan kematian.

2. Feline Panleukopenia Virus

Pada kucing yang terjangkit penyakit ini, jumlah sel darah putih akan mengalami penurunan secara drastis.

Kondisi ini menyebabkan kucing lebih rentan terhadap beberapa infeksi lain.

Gejala yang ditimbulkan di antaranya adalah nafsu makan hilang, diare, dan muntah.

3. Cacing Hati

Penyakit pada kucing yang satu ini menular melalui nyamuk yang sudah terinfeksi.

Cacing hati menyebabkan masalah kesehatan pada kucing, terutama pada paru-paru, sehingga kucing mengalami kesulitan bernapas, yang dapat berakibat pada kematian.

4. Feline Urinary Syndrome

Penyakit ini menyerang sistem kemih dan menyebabkan rasa nyeri serta perdarahan.

Gejala umum yang timbul adalah adanya darah dalam urine, kucing sering buang air kecil, nafsu makan menurun, dehidrasi, dan muntah.

Pertolongan Pertama untuk Kucing yang Sakit

Ketika kucing menunjukkan tanda-tanda sakit, Anda dapat melakukan beberapa tindakan berikut sebagai pertolongan pertama untuk kucing.

1. Memberi Multivitamin

Ketika kucing tampak sakit dan Anda belum sempat membawanya ke dokter, berikan multivitamin terlebih dahulu untuk membantu meningkatkan stamina kucing.

2. Memberi Makanan Kering

Untuk kucing yang mengalami diare, memberikan makanan kering sangat disarankan karena kaya akan vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan kucing.

3. Memberikan Obat Cacing

Kucing yang sedang mengalami cacingan sering muntah-muntah dan terdapat cacing di fesesnya.

Anda bisa memberikan obat cacing yang bisa didapatkan di apotek maupun pet shop terdekat dan berikan obat sesuai dosisnya.

4. Memberi Air Minum Kelapa Muda

Air kelapa muda memiliki manfaat yang dapat menetralkan racun di dalam tubuh kucing. Anda bisa mencoba meminumkannya pada kucing yang dicurigai mengalami keracunan.

Dengan melihat akibat yang ditimbulkan, jelas bahwa menghindari penyakit pada kucing jauh lebih baik daripada mengobatinya.

Karena itu, jangan bosan untuk senantiasa memperhatikan kucing kesayangan Anda agar tidak terjangkit penyakit-penyakit tersebut.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.