Komitmen Bantu Kehidupan Warga Palestina

Indonesia menjadi salah satu negara yang masih mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Bahkan, Indonesia sendiri kerap mengirimkan bantuan kepada warga Palestina, baik dalam bidang kesehatan, pangan dan pendidikan.

Konflik antara Palestina dan Israel menimbulkan banyak korban jiwa dan kesedihan bagi warga Palestina. Lalu, mengapa Israel menjajah Palestina dan terus memborbardir Palestina sampai saat ini?

Mengapa Palestina Dijajah Oleh Israel?

Dikutp dari Vox, latar belakang terjadinya konflik antar Palestina dan Israel ialah karena kedua negara tersebut sama-sama ingin mendirikan negara di wilayah yang sama. Palestian terletak di Laut Mediterania dan Sungai Jordan. Akan tetapi, kini wilayah tersebut dilabeli sebagai negara Israel dalam peta.

Sangat miris bukan? Konflik yang tiada akhir hingga menimbulkan trauma yang sangat dalam bagi warga Palestina membuat mereka berpasrah diri dengan mengharap ridho Allah dan tetap terus berjuang. Konflik yang tiada akhir ini membuat warga Palestina harus terusir dari negaranya sendiri. Pendudukan militer yang dilakukan oleh Israel membuat para warga Palestina menderita. Bahkan sudah menimbulkan banyak korban jiwa.

Ternyata, konflik yang terjadi antar kedua negara tersebut sudah berlangsung sangat lama yakni pada awal tahun 1900-an. Waktu tersebut sebagian besar Arab dan Muslim merupakan bagian dari kekaisaran Ottoman. Akan tetapi, setelah terjadinya Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa memberikan mandat kepada Inggris untuk membantu mendirikan negara bagi ratusan ribu orang Yahudi.

Orang Yahudi yang yang pindah ke daerah tersebut dinamakan dengan gerakan Zionisme. Bagi orang Yahudi, Zionisme adalah melarikan diri dari penganiayaan serta mendirikan negara sendiri di tanah yang mereka anggap sebagai tanah leluhur. Beberapa orang Yahudi Timur Tengah pun pindah ke Israel.

Hal ini entah karena alasan diusir secara paksa ataupun karena menghindari kekerasan anti-Semit.

Konflik yang terjadi ternyata semakin parah sehingga pada tahun 1947, PBB menyetujui sebuah rencana untuk membagi Palestina. Dimana, wilayah untuk orang Yahudi disebut dengan Israel dan wilayah untuk orang Arab disebut dengan Palestina.

Sementara itu, Yerussalem yang menjadi kota suci bagi umat Muslim dan Yahudi merupakan zona internasional khusus. Akan tetapi, pemimpin Arab menganggap bahwa rencana tersebut merupakan upaya pencurian kolonial Eropa untuk menginvasi Palestina.

Pada tahun 1948, Israel pun memenangkan peperangan dan mengklaim tanah Palestina, namun Israel telah melampaui batas yang ditentukan oleh PBB. Dengan serakahnya Israel menduduki tanah yang telah menjadi bagian dari Palestina, yakni bagian barat Yerusalem.

Bahkan, Israel mengusir bangsa Palestina yang waktu itu berjumlah 700.000 jiwa. Sampai sekarang, sudah ada 7 juta jiwa keturunan Palestina yang masih dianggap sebagai pengungsi.

Perang berakhir pada tahun 1948. Israel menandai semua wilayah di peta sebagai negara Israel. Kecuali wilayah yang ada di Tepi Barat (West Bank) serta Gaza. Wilayah tersebut menjadi tempat bagi warga Palestina untuk melarikan diri dan sekarang dianggap sebagai wilayah Palestina.

Namun, sampai sekarang masih terjadi perdebatan dan juga perebutan perbatasan antara Palestina dan Israel, status para pengungsi Palestina serta status Yerusalem. Dilansir dari Dakwahdaily.com, konflik antar kedua negara tersebut kembali terjadi pada tahun 1967, yakni pada saat Israel menduduki kedua wilayah Palestina di bawah pendudukan militer.

Indonesia merupakan negara yang pernah dijajah selama ratusan tahun lamanya dan tahu betul bagaimana perasaan warga Palestina ketika dijajah oleh tentara Zionis. Selain itu, pada saat Indonesia merdeka, Palestina menjadi negara yang mengakui kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Hubungan antara Palestina dan Indonesia sangatlah baik, Hal ini terbukti dengan beberapa bantuan yang diberikan oleh Indonesia seperti membangun rumah sakit, sekolah sampai memberikan stok kebutuhan sehari-hari bagi warga Palestina.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.