Jenis-Jenis Epoxy

Dunia konstruksi memang memiliki berbagai material, mulai dari alat sampai bahannya pun bermacam-macam. Ada yang memang diproduksi dari dalam negeri, ada juga yang memang sengaja diimpor dari luar negeri.

Produk yang kali ini akan dibahas adalah epoxy. Tentu epoxy bukanlah cat biasa. Ya! Umumnya epoxy dikenal sebagai cat, tapi qada juga loh produk epoxy jenis lem.

Epoxy memiliki karakteristiknya tersendiri. Karena tersusun dari resin, epoxy memiliki ketahanan yang baik. Epoxy biasa dipilih sebagai pelindung lapisan permukaan atau substrat dari berbagai tekanan.

Jadi, bukan hanya memberikan hasil akhir yang memanjakan mata, namun secara fungsionalnya juga epoxy memang terdepan melindungi permukaan atau substrat.

Jenis-jenis epoxy memang beragam seiring perkembangan teknologi. Jika ditilik berdasarkan materialnya ada 11 jenis epoxy.

Epoxy Berdasarkan Materialnya

1. Thin Coat

Sesuai namanya, epoxy thin coat akan menghasilkan lapisan tipis. Karenanya, sedikit saran untuk  melapisi tiga layer atau lebih agar tebal sesuai dengan ketebalan yang diinginkan.

Untuk penerapan atau aplikasi pada permukaannya cukup dengan gunakan roll biasa untuk meratakan cat. Hasil akhirnya akan seperti permukaan kulit jeruk, karenanya perlu diratakan kembali dengan  roll.

2. Self-Leveling

Jika dibandingkan dengan yang lain, Anda perlu merogoh kocek yang terbilang lumayan. Secara harga memang lumayan tinggi jika dibandingkan dengan epoxy jenis lain.

Untuk pengaplikasiannya, mulai dari ketebalan 1000 mikron atau diatasnya. Self-Leveling sendiri memiliki keistimewaan mampu meratakan sendiri.

Finishingnya, akan membuat permukaan menjadi halus dan merata, tidak seperti pada thin coat, yang sedikit lebih kasar. Self-Leveling juga punya keunggulan lain seperti tahan panas dan anti slip. Jenis finishing inilah yang kerap digunakan untuk lantai, seperti jasa yang ditawarkan oleh epoxynesia.

3. Mortar

Jenis epoxy ini tersusun dari material hasil kombinasi material aditif tambahan yakni pasir silika. Hasilnya menjadikan jenis epoxy ini kuat.

Industri heavy duty merupakan sasaran pengalikasian epoxy mortar, umum dipilih sebagai solusi perbaikan lantai beton yang instan dan pembuatan coving yakni sudut antara dinding dan lantai yang membentuk kurva.

4. Anti-static (ESD Resistant Floors)

ESD dirancang untuk penggunaan dalam ruangan yang memiliki paparan beban transportasi sedang dan mengakomodir muatan elektrostatis misalnya ruang komputer dan ruangan yang beresiko menghasilkan ledakan.

Sifat terpenting dari permukaan lantai tersebut adalah sebagai berikut: menghilangkan muatan elektrostatis, tampilan estetika, kemampuan penyegelan tinggi, pencegah debu, mudah dibersihkan dan ketahanan kimia yang tinggi.

5. Epoxy Flake Floors

Epoxy Color Flake adalah produk lantai yang ideal untuk digunakan pada lantai beton, interior dan eksterior, area seperti basement, bengkel, dan garasi.

Alasan penggunaannya karena epoxy flake floors mampu mengurangi bahaya tergelincir dan jatuh. Menghasilkan lapisan yang permanen, mulus, yang terlihat seindah granit, marmer, dan kuarsa. Kabar baiknya, warna epoxy  tidak terkelupas atau pudar.

6. Epoxy Solvent Based

Epoxy jenis ini telah digunakan bertahun-tahun lamanya. Memiliki keunggulan daya tahan dan kinerja yang lebih baik serta lebih toleran terhadap kontaminasi minyak bumi di permukaan beton, sehingga ideal untuk garasi dan struktur area parkir.

7. Epoxy primers

Merupakan lapisan dasar yang menghasilkan hasil akhir tidak berpori. Rekomendasi penggunaan pada material baja. Biasanya sering digunakan pada rangka kendaraan. Kalau Anda memiliki permukaan yang retak atau penyok bisa gunakan epoxy primer untuk menyulapnya seperti baru.

8. Epoxy Paste Fillers

Fillers, secara umum digunakan untuk mengisi permukaan dempul yang penyok, goresan, retakan, lubang, atau sambungan yang tidak sedap dipandang. Ternyata epoxy paste fillers bekerja dengan baik pada kayu, beton, alumunium, baja, CSF dan plastik.

9. Lem Epoxy

Lem epoksi adalah campuran sintetis resin atau polimer epoksi dan hardener yang digunakan untuk memasang atau menggabungkan berbagai permukaan yang sama atau berbeda secara bersama-sama dengan ikatan termoset yang kuat, tahan lama, yang dapat menahan tekanan ekstrim dan kondisi lingkungan.

Lem epoksi juga merupakan pengisi yang mengisi rongga saat dalam keadaan cair sebelum diawetkan secara kimiawi tanpa penyusutan.


Epoxy Berdasarkan Cara Pengaplikasiannya

Sementara, epoxy berdasarkan cara pengaplikasiannya ada dua yakni,

10. Metalik

Epoxy lantai dengan pengaplikasian tingkat lanjut, merupakan kombinasi pigmen, resin dan hardener dicampur gunakan mixer, hasilnya terlihat estetik pada permukaan Anda. Boleh dicoba!

11. 3D

Epoxy ini cara aplikasinya dengan menempelkan stiker 3D lalu diepoxy clear atau resin bening yang membentuk lapisan efek kaca. Jadi disini peran epoxy hanya untuk memberikan sentuhan akhir mengkilap pada stikernya yaa.

Itulah jenis-jenis epoxy yang perlu Anda ketahui sebelum mengaplikasikan pada permukaan substrat Anda.

Setiap substrat tentu memiliki perlakuan yang berbeda-beda karena mereka punya karakteristiknya tersendiri dan memerlukan perbaikan atau solusi yang berbeda-beda pula untuk dapat diaplikasikan dengan hasil akhir yang tepat dan baik sesuai fungsinya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.