Strategi Investasi Properti yang Menguntungkan

Investasi properti masih menjadi sektor yang paling diminati investor untuk terus mengembangkan asetnya.

Hal ini dikarenakan semakin tingginya permintaan sedangkan persediaannya terbatas sehingga harga jualnya semakin melambung tinggi. Bagi para investor, ini adalah kesempatan untuk memperoleh keuntungan dan mempertahankan nilai uangnya.

Namun, bukan berarti hanya bagi investor. Namun, ini juga kesempatan bagi Anda yang memiliki ‘uang nganggur’ untuk memperoleh keuntungan.

Sebagai pemahaman dasar, Anda dapat menjadikan tips beli rumah untuk investasi sebagai referensinya.

Menentukan Lokasi yang Prospektif

tentukan lokasi investasi properti

Berbicara mengenai prospektif tidak selalu identik dengan harga yang sangat mahal atau sangat murah. Prospektif di sini berarti bahwa lokasi rumah identik berada di daerah yang mana banyak orang berminat untuk menjadi penghuni di sana.

Anda dianjurkan untuk mencari lokasi dengan daya tarik khusus sehingga banyak orang yang berminat. Contohnya adalah pilihlah lokasi rumah yang strategis, dekat dengan transportasi dan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan dan lain-lain.

Pertimbangan lainnya setelah menemukan lokasi-lokasi yang prospek adalah budget Anda. Bagaimanapun, tentu cari yang sesuai dengan budget Anda 😊.

Sebagai contoh di dekat KRK, ada perumahan yang bisa Anda pertimbangkan untuk lokasi investasi property, seperti Kebun Raya Residence, Serpong Suradita dan Cipayung Royal Residence.

Lokasi lain yang baru-baru ini mengalami kenaikan harga ada di daerah Kalimantan, dekat dengan Ibu Kota Indonesia yang baru. Sebagaimana dilansir situs berita, cnbcindonesia.com mengabarkan bahwa harga tanah di Kawasan segitiga emas Gunung Mas, Katingan, dan Palangkaraya mengalami kenaikan setiap minggunya.

Bagi Anda yang memiliki ‘uang nganggur’, daerah ini bisa dipertimbangkan.

Mempertimbangkan Lokasi di Luar Area Tempat Tinggal

Sebagian besar para investor mencari properti yang letaknya di dekat tempat tinggal. Sayangnya pilihan untuk memaksakan ini bisa terkendala dengan lokasi yang kurang prospek. Hal ini bisa berimplikasi harga properti tersebut tidak jauh kenaikannya di tiap tahun.

Saran dari kami, sebaiknya Anda mencari daerah lain yang sekiranya lebih prospek untuk budget yang sama. Dengan demikian, aset investasi Anda memiliki nilai yang aman.

Riset Pasar

riset investasi properti

Saat Anda berminat untuk menyewakan properti yang Anda beli maka Anda harus mempelajari terlebih dahulu tren pasar yang sedang berjalan. Anda pelajari terlebih dahulu peluang keuntungan dan kerugian dengan cara berkonsultasi dengan ahlinya.

Dengan melakukan riset pasar, maka peluang keberhasilan bisnis yang Anda jalankan semakin besar.

Contohnya adalah pada tahun 2015, kondisi perekonomian dan bisnis properti saat itu sedang lesu sehingga Anda dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan diskon dan promo sebanyak-banyaknya.

Pada umumnya, kondisi pasar yang sepi membuat para pengembang melakukan berbagai upaya yang dapat menjadi daya tarik konsumen untuk membeli produk yang dijual.

Tidak Bersikap Ambisius

Anda harus mengetahui bahwa dalam menjalankan bisnis properti membutuhkan waktu agar bisa memperoleh pendapatan yang besar setiap bulannya.

Hal yang sama juga terjadi saat Anda akan menentukan harga sewa rumah.

Penentuan harga sewa berdasarkan rental yield. Rental yield adalah pemasukan per tahun berbanding dengan harga jual. Anda juga harus memperhitungkan biaya cicilan serta pemeliharaan rumah yang disatukan dengan harga sewa.

Menawar Harga Properti

negosiasi properti

Anda dianjurkan untuk menawar harga saat membeli properti rumah yang disewakan. Anda dapat mulai menawar dengan harga rendah.

Pihak dekadeko.com (salah satu website seputar hunian dan properti) menyarankan sebelum menawar, Anda pelajari terlebih dahulu seputar prospek dan kenaikan harga rumah atau properti di daerah yang akan Anda beli. Anda juga dapat membaca tips untuk melakukan negoisasi harga properti.

Agen/Sendiri?

Hal yang harus Anda lakukan setelah membeli properti maka Anda harus memasarkan rumah dengan cara menyewakan baik bulanan atau tahunan.

Anda dianjurkan untuk bekerjasama dengan agen properti. Namun, sebelumnya Anda harus menyeleksinya dengan memberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui keseriusan dari agen properti tersebut.

Pilih Bentuk Properti yang Sesuai

jenis properti

Umumnya, kita hanya mengenal bentuk investasi properti berupa tanah atau rumah saja.

Tetapi sebenarnya Anda bisa menerapkan bentuk investasi lainnya, seperti kos-kosan, apartemen, kontrakan, dan ruko.

Kos-kosan: bentuk investasi ini memungkinkan Anda mendapatkan penghasilan lebih dari passive income yang didapatkan, baik kos-kosan per bulan atau per tahun. Dengan model investasi ini Anda tidak hanya mendapatkan potensi pendapatan dari kenaikan harga properti di tiap tahunnya, melainkan juga passive income bayaran kos-kosan.

Adapun kunci dari model investasi properti kos-kosan, yakni pilih lokasi yang dekat dengan kampus atau perkantoran. Supaya lebih unggul dari kompetitor, Anda dapat memberikan ‘value’ yang lebih kepada customer, misalnya kemudahan akses laundry, listrik gratis, dan sebagainya.

Apartemen: hampir sama dengan kos-kosan, investasi jenis ini juga membuat Anda mendapatkan passive income di tiap bulannya. Situs moneysmart.id mengatakan bahwa investasi apartemen ini memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan sekitar 7% hingga 12% per tahunnya.

Mengenai peminatnya, apartemen sejauh ini mengalami kenaikan mengingat lahan sulitnya mencari hunian yang dekat dengan perkantoran di beberapa kota di Indonesia.

Rumah/kontrakan: daripada rumah Anda dibiarkan kosong begitu saja, sebaiknya dikontrakan saja. Mengenai peminat tidak perlu khawatir karena rumah merupakan kebutuhan pokok bagi manusia.

Hanya saja, jumlah peminat juga bergantung pada populasi pada daerah tersebut. Selama rumah yang akan dikontrakan tersebut berada di perkotaan atau daerah industri, Anda memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mendapatkan customer.

Ruko: investasi properti jenis ini memerlukan kejelian yang lebih. Anda perlu membuat proyeksi atau perkiraan bagaimana kondisi perekonomian di lokasi tersebut beberapa tahun mendatang.

Hanya saja, mengingat jualan online yang semakin marak yang membuat masyarakat kurang ke toko untuk berbelanja Anda perlu memikirkan untuk jenis investasi ini lebih matang.

Saran dari kami bila lokasinya cukup strategis, Anda bisa menawarkan ruko tersebut disewakan saja sebagai gudang bagi para penjual atau pabrik.

Beberapa tahun ke belakang, model bisnis ini cukup naik daun.

Demikianlah pembahasan mengenai tips dan strategi investasi yang bisa Anda jadikan pelajaran dan praktikkan. Semoga bermanfaat dan sukses untuk kita semua.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.