Inspeksi Crane Harian hingga Tahunan

Crane adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan benda dari titik satu ke titik lain yang dihubungkan dengan kawat atau rantai. Penggunaan crane pada umumnya bisa kita jumpai di pergudangan, perbengkelan ataupun bongkar muat di pelabuhan.

Crane memiliki aneka jenis yang dibedakan sesuai ukuran maupun fungsinya. Karena crane termasuk alat berat penting bagi kita untuk memperhatikan keselamatan kerja saat mengoperasikannya.

Untuk itu, melakukan inspeksi crane secara berkala baik harian, bulanan maupun tahunan merupakan salah satu cara meminimalisir kecelakaan kerja.

Overhead crane adalah salah satu materi bagian handling terpenting yang perlu adanya perawatan baik berdasarkan pedoman pabrik atau manufaktur. Agenda perawatan ini harus dilakukan secara menyeluruh dan berkala.

Jika ditemukan komponen crane yang tidak normal maupun tidak aman selama inspeksi maka harus dilakukan perbaikan sebelum digunakan kembali. Berikut pedoman inspeksi crane baik harian, bulanan sampai tahunan yang bisa kita lakukan.

Pedoman Inspeksi Crane Harian Sampai Bulanan

  1. Deformasi Hook, dimana kita perlu mengecek adanya retakan maupun terkikis saat sering digunakan,
  2. Operasional fungsi dan limit switch, caranya dengan jalankan crane tanpa sebuah beban pada hook secara perlahan-lahan sampai mengenai limit switch,
  3. Operasional fungsi mekanik seperti pengecekan kerusakan pada fungsi crane, penyetelan ulang dan lain-lain,
  4. Hosting Rope, misalnya saja kawat-kawat sudah mulai terputus, aberasi dan tidak tergulung sesuai dengan alur pada drum,
  5. Operasional komponen hidrolik dan pneumatik, dimana pengecekan pada kurang kencangnya sambungan, baut longgar karena getaran dan kebocoran.

Pedoman Inspeksi Crane Bulanan Sampai Tahunan

  1. Komponen rope drum dan seaves, lapisan dan bagian lainnya terhadap kotoran yang berlebih maupun kerak
  2. Komponen rail, beam dan lain-lain yang memungkinkan terjadinya deformasi, retak ataupun pecah yang diakibatkan korosi
  3. Komponen pengaman beban dan pengaman alat maupun bagian yang dipasang pada crane
  4. Komponen pengangkat, pasak, lapisan, brake, pin dan bagian-bagian lain terhadap kotoran berlebih maupun kerak
  5. Komponen motor yaitu memperlihatkan kerja motor, komutator, slip ring, bushes dan lain-lain
  6. Komponen kelistrikan lainnya seperti pengawatan dan kontrol yang mengalami kelonggaran dan banyak kotoran, serta pembersihan kontraktor dari kotoran
  7. Komponen mekanik seperti poros, pengunci dan klem, roda gigi, pin, bearing, roller yang mungkin mengalami aus, retak maupun pecah karena adanya korosi
  8. Sambungan misalnya pin pengunci, mur, baut, pin dan lain-lain yang mengalami kekenduran atau kelonggaran akibat aus maupun korosi,
  9. Komponen rantai dan sprocket dari kotoran yang berlebih maupun kerek logam
  10. Komponen hooks dari sebuah keretakan yang bisa dideteksi dengan menggunakan magnetik partikel, pencelupan ke dalam bahan penetran maupun alat pendeteksi lainnya. Komponen-komponen hooks seperti baut, pengemas dan pin pengunci.

Itulah pedomanan inpeksi crane dari inpeksi crane harian sampai bulanan maupun bulanan sampai tahunan. Inspeksi crane secara berkala perlu dilakukan pada sebuah crane yang sering digunakan. Untuk derek yang tidak digunakan selama lebih dari satu bulan tapi kurang dari enam bulan maka membutuhkan semua pedoman inspeksi diatas sebelum digunakan. (Baca Juga: Mobile Crane)

Selain itu, untuk derek yang sudah tidak digunakan lebih dari enam bulan perlu mengikuti pedoman inspeksi crane baik pedoman inspeksi harian, bulanan maupun tahunan secara lengkap sesuai prosedur yang dituliskan oleh petunjuk yang dianjurkan dalam penggunaan crane tersebut. Perlu diingat arsipkan data inspeksi crane untuk menentukan catatan pemeriksaan berkala selanjutnya maupun membantu meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja pada pengoperasian alat berat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.