5 Contoh Teks Negosiasi dengan Tema Menarik Masa Kini

Mengapa contoh teks negosiasi penting? Alasan pertama karena contoh teks negosiasi sedikit berbeda dengan contoh teks lain seperti contoh teks eksposisi yang terkadang hanya dibutuhkan semasa sekolah saja. Sementara kegiatan negosiasi sudah menjadi bagian di hampir seluruh kegiatan sehari-hari manusia, baik di kantor, di lingkungan kerja, juga di sekolah. Adapun yang kedua, negosiasi adalah kegiatan yang sebaiknya direncanakan dan dilatih.

Pengertian Teks Negosiasi

Teks negosiasi adalah teks yang bentuknya timbal balik sosial yang berguna untuk mendapatkan kesepakatan antara para pihak yang punya kepentingan berbeda bahkan bertentangan di dalam bentuk teks, perkataan, kalimat ataupun dialog. Adapun dialog bisa dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Kegiatan negosiasi ialah kegiatan antara dua belah pihak atau lebih yang penting sekali karena dengan kegiatan ini akan dihasilkan kesepakatan yang terbaik, membuat para pihak senang dan puas, menyelesaikan konflik atau persoalan yang telah ada dan menciptakan hubungan yang lebih baik satu sama lain.

Kegiatan negosiasi juga menjadi tanda bahwa dua belah pihak mau berusaha mencari kesepakatan. Negosiasi tidak hanya soal menang dalam kesepakatan itu tetapi lebih bagaimana pelaku kesepakatan bisa melihat ke masa depan lewat kesepakatan yang diambil

Contoh-Contoh Teks Negosiasi yang Memenuhi Kaidah Kebahasaannya

Contoh teks negosiasi yang telah memenuhi kaidah memuat tahap pengenalan, permintaan, usaha pemenuhan permintaan, penawaran, poses persetujuan dan kesepakatan serta penutup di dalam prosesnya. Berikut ini adalah beberapa contoh negosiasi dalam berbagai kegiatan yang telah umum dikerjakan sehari-hari: 

1. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

Proses negosiasi yang sering terjadi adalah pada kegiatan jual beli. Negosiasi pada kegiatan jual beli ini biasanya adalah mengenai masalah harga. Berikut ini ialah contoh teks negosiasi dalam aktivitas penjualan dan pembelian baju muslim di suatu pusat perbelanjaan:

Pembeli: Assalamualaikum.

Penjual: Waalaikumsalam. Apakah ada yang dapat kami bantu?

Pembeli: Saya ingin beli satu set pakaian muslim. Apakah ada satu set pakaian muslim yang berbahan dasar rayon atau katun?

Penjual: Kebetulan kami memiliki banyak sekali model, mau model midi dress dengan kerudungnya, mau satu set tunik dengan celana, baju dan jaket, mau rok and blouse atau mau yang model rompi?

Pembeli: Wah banyak sekali modelnya. Jadi bingung memilihnya. Yang ini sungguh cantik. Berapa harganya?

Penjual: Dua ratus ribu rupiah.

Pembeli: Wah mahal sekali. Apakah boleh kurang harganya?

Penjual: Mau ditawar berapa?

Pembeli: Seratus lima puluh ribu boleh?

Penjual: Wah, mohon maaf Bu, harga itu belum boleh. Ini kainnya premium, didatangkan dari Korea. Harga pas seratus delapan puluh ribu rupiah. Ini sudah paling rendah.

Pembeli: Seratus tujuh puluh lima ribu bagaimana?

Penjual: Maaf Bu, seratus delapan puluh ribu sudah yang terendah.

Pembeli: Baiklah Bu, saya ambil satu yang ini.

Penjual: Terima kasih Bu, bisa langsung dilakukan pembayaran, kami bungkuskan barangnya.

Pembeli: Baiklah, ini uangnya.

Penjual: Ini Bu barangnya. Terima kasih sudah belanja di toko kami.

 2. Contoh Teks Negosiasi Pengajuan Kredit

Negosiasi pengajuan kredit biasanya terjadi di bank maupun koperasi. Adapun yang dinegosiasikan biasanya adalah jumlah kredit, bunga maupun waktu pengembalian. Di bawah ini merupakan percakapan antara debitur (orang yang menerima pinjaman) dengan kreditur (orang yang memberi pinjaman, biasanya pihak bank). Simak contoh teks negosiasi yang bisa dijadikan referensi berikut ini:

Debitur: Apa kabar hari ini?

Kreditur: Kabar baik Pak. Ada keperluan apa pagi-pagi sudah mencari saya?

Debitur: Saya berharap untuk memperoleh kenaikan pagu kredit untuk pengembangan usaha saya Pak.

Kreditur: Berapa jumlah pinjaman yang Bapak inginkan?

Debitur: Saya membutuhkan dana sebesar Rp. 450 juta. Dapatkah saya memperoleh pinjaman sejumlah itu?

Kreditur: Mohon maaf, Pak. Bulan kemarin Bapak sudah mendapatkan pinjaman seratus juta. Paling banyak kami hanya bisa meminjamkan sejumlah dua ratus juta kepada Bapak.

Debitur: Bisakah dinaikkan lagi sedikit? Selama ini kan pembayaran saya lancar.

Kreditur: Setelah pertimbangan ulang, kami akan memberikan pinjaman sebesar tiga ratus juta rupiah. Bagaimana, Bapak?

Debitur: Bisa dinaikkan lagi? Saya benar-benar butuh guna memperluas usaha saya.

Kreditur: Tidak bisa Pak. Karena masih ada pinjaman berjalan sebelumnya.

Debitur: Baiklah jika begitu, akan saya ambil tiga ratus juta rupiah.

Kreditur: Setelah persyaratan dokumen terpenuhi, uang akan segera cair.

Debitur: Baiklah ini persyaratannya. Terima kasih.

Kreditur: Sama-sama Pak.

3. Contoh Teks Negosiasi Pengajuan Kenaikan Tunjangan

Masalah pengajuan kenaikan tunjangan biasa terjadi antara karyawan atau perwakilannya dengan pihak pemberi kerja atau perwakilannya. Selain besar tunjangan, masalah gaji juga merupakan hal lain yang biasa dinegosiasikan. Berikut adalah contoh teks negosiasi antara perwakilan personalia dan karyawan:

Karyawan: Selamat siang Bu

Personalia: Selamat siang. Ada keperluan apa mencari saya?

Karyawan: Saya Suparni, yang diminta rekan-rekan untuk bertemu Ibu.

Personalia: Ada persoalan apa? Mengapa para karyawan melakukan demonstrasi?

Karyawan: Begini Bu, sekarang ini harga bahan-bahan makanan naik, harga jual makan di warung-warung juga naik, sedangkan tunjangan makan tidak pernah naik dalam lima tahun terakhir ini.

Personalia: Ini berat. Perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan.

Karyawan: Permintaan kami tidak banyak. Lima puluh persen saja.

Personalia: Itu banyak. Bagaimana jika dua puluh persen saja? Saya akan usulkan ke direksi.

Karyawan: Wah tidak bisa Bu, kenaikan harga makanannya hampir dua kali lipat. Empat puluh persen Bu.

Personalia: Saya akan bantu usulkan ke direksi tiga puluh persen.

Karyawan: Tolong usahakan lebih Bu, kami sudah berusaha berhemat.

Personalia: Baik, akan saya coba usulkan empat puluh persen. Tapi jangan ada demonstrasi lagi.

Karyawan: Baiklah Bu. Terima kasih. Saya keluar dulu Bu.

Personalia: Baik, silakan.

4. Contoh Teks Negosiasi Antara Guru dan Murid

Dulu proses pengajaran sering berlangsung dalam satu arah. Tetapi belakangan guru juga memberi kesempatan pada murid untuk mengemukakan pendapatnya. Berikut adalah contoh teks negosiasi antara perwakilan guru dan murid tentang ulangan harian:

Guru: Anak-anak, keluarkan kertas, kita akan ulangan tentang jarak dan perpindahan sekarang.

Murid: Jangan dong, Pak. Kami belum belajar. Hari ini banyak ulangan pelajaran lain Pak.

Guru: Jika kalian menyimak penjelasan Pak Guru minggu kemarin, kalian pasti tidak akan kesulitan mengerjakannya.

Murid: Jangan Pak, kami masih kurang jelas mengenai jarak dan perpindahan.

Guru: Apanya yang kurang jelas?

Murid: Kami menginginkan contoh-contoh soal yang lebih banyak Pak.

Guru: Baiklah. Sekarang akan kembali Bapak terangkan tentang jarak dan perpindahan disertai dengan contoh-contoh soal ya. Tapi benar-benar disimak ya., dan minggu depan ulangan.

Murid: Baik Pak. Kami boleh bertanya yang belum jelas ya.

Guru: Baiklah, boleh.

5. Contoh Negosiasi Ganti Rugi

Berikut adalah contoh teks negosiasi ganti rugi antara Fitria dan Lila. Fitria yang tergesa-gesa saat mengendarai sepeda motor telah menabrak Lila yang juga sedang naik sepeda motor. Kejadian seperti ini mungkin kerap kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari:

Fitria: Maafkan saya telah menabrak Anda

Lila: Anda naik pesawat atau jet sih? Bagaimana ini kaki saya terluka dan motor saya rusak.

Fitria: Maaf sekali lagi. Bagian mana yang sakit?

Lila: Kaki saya terluka, bantu saya untuk berdiri! Tidak maaf saja. Saya mau Anda bertanggung jawab dan ganti rugi.

Fitria: Baik saya akan akan bertanggung jawab dan memberikan ganti rugi, berapa yang Anda inginkan?

Lila: Satu juta rupiah.

Fitria: Ha? Kenapa banyak sekali. Anda mau merampok?

Lila: Sepeda motor saya kan juga rusak.

Fitria: Kita ke bengkel terdekat saja, nanti saya bayar langsung ke bengkel.

Lila: Baiklah tetapi saya juga minta Rp. 200.000 untuk berobat.

Fitri: Saya hanya punya seratus ribu rupiah. Ini saya beri dulu. Nanti saya akan meninggalkan KTP di bengkel saya ambil uang dulu di ATM.

Lila: Baiklah saya terima uangnya. Terima kasih. Mari kita sekarang ke bengkel.

Fitria: Baiklah. Maafkan saya, ya.

Lila: Baiklah, saya maafkan. Tapi lain kali berhati-hatilah berkendara, walau terburu-buru.

Fitria: Setuju. Keselamatan nomor satu.

Demikianlah lima contoh teks negosiasi. Maka, dengan bernegosiasi para pihak akan menciptakan kesempatan bekerja sama. Berdasarkan lima contoh di atas, terlihat dalam teks negosiasi ada tahap pengenalan, permintaan, usaha pemenuhan permintaan, penawaran, poses persetujuan dan kesepakatan serta penutup. Semoga lima contoh di atas membantu proses negosiasi lebih lancar.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.