Cara Menghitung Pajak Motor

Berapa besarnya pajak motor yang harus dibayarkan setiap tahunnya? Sebagai pemilik motor,  kamu diwajibkan untuk membayar pajak motor setiap tahun.

Saat ini kamu bisa membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di beberapa tempat seperti gerai SAMSAT di Pusat Perbelanjaan, Kantor Polres terdekat dan layanan SIM keliling.

Selain pajak tahunan, kamu juga harus membayar pajak lim tahunan. Jangan sampai terlambat bayar pajak ya, karena akan dikenakan sanksi.

Dasar Hukum Pajak Motor

Dasarr hukum pengenaan PKB disesuaikan dengan masing-masing sesuai peraturan daerah, artinya pajak motor pada daerah yang satu dengan lainnya besarnya berbeda.

DKI Jakarta misalnya PKB didasarkan kepada Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang perubahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor.

Faktor Penentu Besaran PKB

Pembayaran PKB besarnya ditentukan oleh beberapa faktor meliputi: jenis, merek,tipe motor, Tahun pembuatan, Kapasitas mesin, fungsi kendaraan (Angkutan umum, pribadi, dll) dan tanggal jatuh tempo pembayaran pajak.

Dari beberapa faktor tersebut, rumus perhitungan setiap poinnya adalah sebagai berikut:

  • Pajak kepemilikan motor pertama tarifnya sebesar 2% dari harga jual.
  • Bila memiliki motor lain, maka dikenakan tarif pertambahan atau tarif progresif sebesar 2,5% atas motor kedua dan seterusnya mengikuti kelipatan 0,5% atas motor ketiga dan seterusnya.
  • Tarif PKB kepemilikan badan/lembaga besarnya 2%.
  • Tarif PKB kepemilikan TNI/Polri, pemerintah pusat, dan daerah besarnya 0,50%.
  • Pemadam kebakaran serta ambulan besarnya 50%.

Cara Menghitung Pajak Motor

Menghitung PKB caranya cukup kompleks karena berdasarkan beberapa faktor, perhitungan tersebut merupakan kewenangan daerah yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri dan pertimbangan Menteri Keuangan.

Denda Keterlambatan Pembayaran PKB

Apabila kamu terlambat membayar PKB, akan dikenakan denda sebesar 25% per bulan. Dispensasi atau keringanan terlambat membayar maksimal 1 hari.

Bila kamu terlambat membayar lebih dari satu tahun, maka pokok pajak dikalikan dengan berapa bulan keterlambatannya dengan denda maksimal hingga 48%.

Dibawah ini merupakan contoh simulasi perhitungan denda PKB:

  • Pokok pajak (PKB) atas motor sebesar Rp200 ribu dan kamu belum membayar pajak tahunan tiga bulan sejak ┬ájatuh tempo.
  • Denda SWDKLLJ adalah Rp32.000 untuk kendaraan roda dua.
  • Maka perhitungan denda dengan cara:
  • Menghitung Denda PKB: PKB x 25% x bulan keterlambatan/12 + denda SWDKLLJ
  • Sesuai cara diatas denda PKB sebesar: Rp200.000 x 25% x 3/12 + Rp32.000 = Rp44.500

Itulah informasi menghitung PKB dan jangan sampai pembayaran terlambat. Apalagi kini pembayaran sangat mudah melalui berbagai kanal dari pemerintah daerah, baik secara online atau offline.

Website Cek Pajak Motor Online Melalui Samsat

Kamu bisa mengecek pajak motor online melalui E-Samsat sesuai wilayah kamu masing-masing. Berikut link website yang bisa kamu kunjungi:

  • Provinsi Aceh: http://esamsat.acehprov.go.id/
  • Provinsi Jawa Barat: http://dispenda.jabarprov.go.id/e-samsat-jabar/
  • Provinsi Jawa Tengah: http://dppad.jatengprov.go.id/info-pajak-kendaraan/
  • Provinsi Jawa Timur: http://www.dipendajatim.go.id/page-info-pajak-kendaraan?uptd=dinas
  • DKI Jakarta: http://samsat-pkb.jakarta.go.id/INFO_PKB
  • Yogyakarta: http://infonjkbdiy.com/
  • Sulawesi Tengah: http://dispenda.sultengprov.go.id/addons/pkb.php.

Berminat investasi saham? Yuk, simak apa itu saham gorengan yang cukup populer dikalangan investor.

Oke itulah beberapa informasi menarik yang bisa kami sampaikan kepada kamu terkait cara menghitung pajak motor dan cara mengeceknya.

Semoga artikel bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kamu tentang biaya pajak motor yang harus kamu bayar.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.