Terimakasih Vitasma

Saat saya masih kecil, saya memang sering sakit-sakitan. Asma menjadi teman setia saya saat masa kelas 1 SD. penyakit asma ini bukan diturunkan. Karena asma bukanlah penyakit menular, tapi yang saya dapatkan dari ibu saya adalah genetik. Kemungkinannya bisa sangat besar jika salah satu orang tua kita menderita penyakit ini maka anaknya bisa pula mewarisi.

Saya merupakan anak semata wayangnya dari orang tua yang bertempat dinggal di banyumas jawa tengah. ayah saya setiap hari pergi ke sawah untuk bertani dan hasil dari taninya dibawa ke rumah untuk dijadikan makanan sehari hari. Sementara ibu saya adalah sebagai ibu rumah tangga yang bekerja sebagai karyawan pabrik yang ada di banyumas jawa tengah.

Sebelum bertemu dengan ayahku dulu ibu saya bekerja menjadi karyawan pembuatan kasur kapuk yang ada di Kendal jawa tengah. hampir 4 tahun ibu saya bekerja disana dan memilih berhenti bekerja karena mengidap asma.

Hal yang paling ditakuti oleh orang tua saya adalah ketika asmaku kambuh, sudah banyak puskesmas dan rumasakit yang saya datangi bersama orang tua tapi hasil yang kita peroleh tidak pernah memuaskan, hanya bisa meredakan. Akibat saya menderita penyakit asma daya tubuh saya menjadi kurang tidak seperti teman temanku yang tidak mempunya alergi.

Sampai suatu ketika menginjak kelas 3 SD saya kembali sakit. Samar-samar saya ingat waktu itu sakit yang saya alami bukan karena masalah pencernaan. Tapi dada saya tiba-tiba terasa sakit, sesak, seakan-akan dada saya sedang diikat sekencang-kencangnya hingga saya tidak mampu bernafas secara baik, apalagi berbicara. Yang saya bisa lakukan hanya reflek mulut yang terbuka, menganga mencoba mengambil nafas lewat mulut.

Jujur saja untuk ukuran anak sekecil saya waktu itu, saya takut tapi untungnya saya hanya di ajak ngobrol sebentar dan di periksa seperti pada umumnya. Setelah itu dokter tersebut berbicara dengan ibu saya. Saya tidak begitu paham namun yang saya dengar adalah bahwa penyakit asma ibu saya agaknya menurun pada anak perempuannya yaitu saya

Menurut Dr Noenoeng Rahajoe, Sp.A(K), dokter spesialis anak dan ahli paru RSCM, setiap anak memiliki peluang menderita asma sebesar 10 persen. Tapi bila ia memiliki riwayat asma dari keluarga, peluang asma akan semakin besar. Ibu yang menderita asma akan melahirkan anak dengan kemungkinan 40 persen menderita asma, sedangkan ayah menyumbang kemungkinan 30 persen. Bila ayah dan ibu dua-duanya menderita asma, maka kemungkinan anak menderita asma menjadi 70 persen (health.detik.com)

Orang tua ku menyuruhku untuk ikut les renang. Saat kelas 4 SD saya sudah mahir melakukan gaya bebas. Setiap hari minggu adalah hari dimana saya les renang dari jam 8 pagi sampai jam 1 siang. Les itu semua saya lakukan sampai menginjak kelas 6 SD.

Tidak hanya itu saja. Setiap hari saya tidak boleh makan-makanan tertentu yang memicu atau bersifat alergi karena salah satu pemicu terjadinya asma adalah alergi. Saya tidak bisa makan seafood karena saya pun alergi seafood. Kemudian saya tidak bisa terpapar suhu terlalu dingin atau terlalu panas. Lebih anehnya lagi, setiap saya (mungkin) terlalu banyak pikiran seperti stres mikirin mau ujian kenaikan kelas, saya pasti drop dan asma itu kambuh lagi.

Pada suatu ketika ada abang abang pake jaket memberikan paket untuk ibu saya dan saya buka ternyata isinya obat herbal vitasma. Katannya ibu mendapatkan rekomendasi dari saudara. Aku baca di bungkus vitasma saya ternyata ada 5 bahan alami yang terdiri dari madu, daun cakar ayam, esktrak biji jintan hitam, ekstrak rimpang jahe dan flavour mint yang sangat baik untuk penderita asma seperti saya. Manfaat dari vitasma adalah menyembuhkan asma, menjaga Kesehatan sluran pernafasan, mengatasi saluran pernafasan.

Awalnya saya ragu karena obat yang dikasih sama dokter hanya meredakan dan ibu membelinya di facebook takut barang palsu. Setelah saya nyari tau tentang vitasma ternyata produknya sudah mempunyai sertifikasi MUI dan BPOM, bukan hanya itu vitasma juga sudah banyak yang konsumsi dan hasilnaya memuaskan jadi saya semakin yakin untuk menyobanya.

Saya minum vitasma sesuai dengan dosis yang sudah di tentukan dan saya minum 2 kali sehari. Rasanya enak nggak pait seperti obat rasa madunya berasa dan ada rasa mintnya yang setiap saya meminumnya ada sensasinya tersendiri. Alhamdulillah dengan adanya produk vitasma asma saya sudah mendingan dan tidak gampang kambuh. Saya sudah minum secara rutin dan tidak menimbulkan efek samping.

Sekarang bukan hanya aku saja yang minum vitasma, ibuku sekarang juga meminum dengan dosisi yang lebih besar dibandingkan dengan saya. Terimakasih vitasma berkat saya minum vitasma masalah asmaku dan ibuku sudah mendingan dan kami satu keluarga sudah menghabidakan 6 botol vitasma.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.